Home > Sepakbola > Bepe :: Isu suap Bikin Pemain Timnas dan Pelatih Terpukul

Bepe :: Isu suap Bikin Pemain Timnas dan Pelatih Terpukul

Striker timnas senior Bambang Pamungkas memberikan komentar mengenai tudingan suap yang melibatkan para pemain ketika dikalahkan Malaysia 3-0 dalam pertandingan leg pertama final Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil pada akhir tahun lalu.

Berdasarkan ‘surat kaleng’ yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seseorang mengaku bernama Eli Cohen dan bekerja di kantor pajak menuding adanya praktek suap sebelum pertandingan digelar, sehingga tim Merah Putih menelan kekalahan.

Di laman pribadinya, Bepe, sebutan Bambang, memberikan tanggapannya. Menurut Bepe, semua tudingan yang ditulis Eli Cohen tidak benar. Bepe menilai tuduhan tersebut terkesan sangat mengada-ada, dan terlalu di buat-buat. Bepe menyatakan tidak mengerti secara pasti motivasi dari si penyebar isu murahan itu.

“Saya juga termasuk orang yg tidak begitu puas dengan kinerja dari PSSI secara organisasi. Tetapi satu hal yg pasti, isu tersebut tidak hanya memukul PSSI sebagai induk organisasi, akan tetapi juga memukul seluruh anggota tim nasional Indonesia, dalam hal ini para pemain dan seluruh staf pelatih,” cetus Bepe.<script type=”text/javascript” src=”http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=2;sz=160×600;ord=706028?area=2l&pos=2&ord=706028″></script>

Bepe juga menyampaikan kronologis selama tiga hari berada di Malaysia. Sehari sebelum pertandingan, pelatih timnas senior Alfred Riedl menyampaikan akan ada seorang menteri yang ingin mengunjungi tim. Namun Riedl telah menyarankan agar menteri tersebut tidak datang, karena tim sedang berkonsentrasi menghadapi pertandingan.

“Saat itu saya menyetujuinya. Itu adalah salah satu wujud nyata dari sikap Alfred Riedl yang dalam hal ini sangat menjaga dan melindungi pemain dari pihak manapun. Sore harinya, kami mengadakan meeting untuk melihat video dari tim Malaysia, sekaligus untuk menganalisa kelebihan serta kelemahan mereka,” tutur Bepe.

“Malam harinya, kami melakukan makan malam bersama. Setelah itu semua pemain kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Selain peristiwa siang tadi, semua berjalan dengan lancar sesuai dengan yang telah dijadwalkan.”

Saat hari pertandingan, lanjut Bepe, tim melakukan kegiatan rutin, seperti sarapan pagi, latihan ringan, dan melakukan pertemuan untuk persiapan pertandingan. Pada tanggal 26 Desember 2010 itu, tidak ada pengurus PSSI yang terlibat di dalamnya, kecuali asisten manajer Iwan Budianto yang seharian penuh mendampingi tim.

“Saat Alfred kembali dari konferensi pers setelah pertandingan, Alfred sempat bertanya kepada saya, ‘Bambang apakah ketua umum tadi masuk keruangan ini?’. Saya pun menjawab, ‘Tidak coach‘,” ungkap Bepe.

“Alfred pun kembali berkata, ‘Saya sangat kecewa, mengapa dia datang ke ruang ganti hanya saat tim ini menang, dan saat kita kalah dia tidak datang kemari’. Kata-kata Alfred tersebut saya yakin didengar oleh semua orang yag ada di dalam ruangan.”

Ditambahkan, malam hari setelah pertandingan, sejumlah pemain senior berkumpul di kamar Iwan Budianto untuk mendiskusikan laga tersebut. Menurut Bepe, dalam diskusi itu Maman Abdurahman terlihat sangat terpukul. Tak lama kemudian, Bepe diberitahu bila ketua umum PSSI Nurdin Halid ingin bertemu, dan itu juga berlangsung di kamar Iwan Budianto.

Dalam kesempatan itu, Bepe sempat menanyakan ketidakhadiran Nurdin di kamar ganti usai pertandingan. Nurdin lalu menyatakan tidak bisa masuk akibat dilarang pihak keamanan, karena tak memiliki kartu pengenal dari panitia. Nurdin pun menyampaikan permintaan maaf.

“Percakapan itu saya katakan kunci dari email saudara Eli Cohen yang dikirim kepada Presiden. Di dalam email disebutkan jika NH masuk ke ruang ganti dan menginstruksikan kepada pemain untuk mengalah dalam pertandingan tersebut,” ucap Bambang.

“Bagaimana Ketua Umum PSSI dapat memasuki ruang ganti dan memberi instruksi, jika beliau tidak memiliki id card. Memang pada kenyataannya, beliau memang tidak pernah sekalipun memasuki ruang ganti selama pertandingan tersebut berlangsung.”

“Logika saya mengatakan, tidak mungkin seorang pengurus dapat mengatur sebuah pertandingan tanpa adanya campur tangan dari pemain yang bermain, atau wasit yang memimpin pertandingan itu sendiri. Sedangkan dari sisi pemain sendiri, secara pribadi saya tidak pernah mendengar isu atau instruksi dalam bentuk apapun untuk mengatur pertandingan tersebut.”

“Kekalahan itu sendiri sudahlah menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan bagi bangsa ini, kenapa lagi harus ditambah dengan sebuah berita yang tidak jelas dari mana asal muasalnya, serta belum tentu juga dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Bepe.

“Sepakbola akan sangat indah jika dibiarkan murni sebagai sebuah olahraga, tanpa ada embel-embel apapun. Biarkanlah olahraga bernama sepakbola tersebut terbebas dari isu-isu politik, persaingan bisnis atau dendam pribadi.”

 

sumber :: goal.com

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: